Oleh: meysanda | Januari 19, 2009

KAMPUNG KUSTA

Menjaga Marwah Jurnalisme

RESENSI-KAMPUNG-KUSTAJudul   : Kampung Kusta
Pengantar : Rida K. Liamsi
Penerbit  : Yayasan Sagang
Cetak   : Oktober 2008
Tebal   : 180 Halaman

Bill Kovach di dalam Sembilan Elemen Jurnalisme (2004) memaparkan banyak hal seputar elemen jurnalisme. Salah satu elemen yang dituliskan adalah, kebenaran faktual. Kebenaran ini mesti ditunjang dengan disiplin verifikasi data kepada nara sumber. Jadi, bukan sekedar konfirmasi.
Kebenaran faktual menunjang kebenaran yang paling hakiki. Kebenaran, dimana tak ada lagi tawaran untuk menolak dengan logika apa pun. Jadi, kegiatan jurnalistik bukanlah semata menulis apa yang dikatakan nara sumber, lebih dari itu, menceritakan, menuliskan dengan fakta-fakta yang kelihatan oleh mata seorang jurnalis sendiri. Seorang jurnalis memang tak harus cepat percaya saja dengan nara sumber. Oleh karenanya, jurnalis yang mau, rajin, melaksanakan sungguh-sungguh tugas jurnalistiknya, dapat dipastikan mampu menarasikan dengan hebat fakta-fakta yang didapatkan dari lapangan. Ia menuliskan denyut gambaran dari sisi objek  yang ditulisnya. Sentuhan kemanusiaannya akan terasa sebagai asam dan garam yang membuat bacaan makin renyah dibaca. Materinya berguna, metode penyampaian yang mengena, akan membuat sebuah karya jurnalistik dengan sendirinya dikenang sepanjang hayatnya. Dalam dunia sastra disebutkan, jika karya sastra akan hidup sendiri dengan kekuatan kesusteraannya. Nah, dalam jurnalistik ini berlaku juga kiranya.
Jika beberapa waktu belakangan, dengung jurnalisme sastrawi terus terdengar hingga saat ini, maka Kampung Kusta merupakan jurnalisme narasi yang sangat kuat. Walau masih belum terasa maksimal, meminjam istilah Kazzaini KS, jurnalistik adalah karya sastra yang tergesa-gesa. Karena ia harus ditenggat deadline yang sangat kejam.

Kebenaran faktual seperti yang dikatakan Bill Kovach sudah tercapai dalam karya ini. Patut diapresiasi secara khusus kerja keras juri dalam memilih dan memilah naskah bukti terbit dari berbagai terbitan kelompok Riau Pos Group ini. Karya-karya jurnalistik dalam Kampung Kusta mengingatkan bahasa Seno Gumira Ajidarma dalam Ketika Jurnalisme Bungkam Sastra Harus Bicara (1998), kebenaran tidak bisa dikalahkan, ia bisa dibungkam. Namun ia akan terkuak selagi ada kesempatan angin. Kebenaran seperti angin. Keluar dari lubang sekecil apa pun. Muatan kritiknya tak pernah secara eksplisit diungkapkan, namun kritik sosial Kampung Kusta sangat tajam kiranya.
Kampung Kusta, Kumpulan Karya Jurnalistik Rida Award 2008 ini merupakan kebenaran faktual dari jurnalistik. Ia jadi jendela bagi pembaca untuk melihat persoalan sosial yang sering ditutup-tutupi oleh sebuah kekuasaan. Dan memang tidak zamannya lagi kebenaran itu terbungkam oleh kekuasaan. Baik dalam arti struktural maupun kultural. Sehingga tulisan di dalam buku ini, tanpa harus menunjuk hidung siapa yang harus bertanggungjawab, ia sudah dengan sendirinya terarah. Maka pekerjaan seorang jurnalis memang tak perlu langsung kritis. Kegiatan jurnalistik, menyampaikan, melaporkan dengan cara yang paling menarik, dengan data yang paling hagat, kepada khalayak dengan sendirinya akan membuat kritik sosial itu muncul dengan sendirinya. Itulah kebenaran faktual tersebut. Terdapat 21 karya jurnalistik yang terseleksi dari media di lingkungan Riau Pos Group, termasuk Padang Ekspres dan Posmetro Padang. Karya dari Posmetro Padang, masuk nominasi dengan judul, Bapak Meninggal, Ibu Tak Bekerja, yang ditulis oleh Reni Kustiah Putri dan Reviandi. Walau belum mampu masuk ke enam besar, namun sudah mampu masuk 21 besar. Lumayan. Tampil sebagai pemenang dan menjadi judul buku ini, Kampung Kusta, ditulis jurnalis Riau Pos, Kartini Fattach. Ia menyabet Rida Award 2008, yang digalakkan dalam rangka menggiat dan menggairahkan penulisan karya jurnalistik yang ditulis dengan sungguh-sungguh. Tidak picisan dan asal jadi. [abdullah khusairi]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: