Oleh: meysanda | Desember 27, 2008

RESENSI-PETER

Revolusi Manajemen

COVER-PETERJudul : Tom Peters
Penulis: Robert Heller
Penerbit: esensi
Cetak  : 2008
Tebal : 109 Halaman

”Keterkaitan kita dengan pengukuran finansial membuat kita tidak memanfaatkan atau mengabaikan nonfinansial yang sifatnya kurang nyata.”
Sebagai tokoh revolusioner dalam manajemen, ia mengambil sikap radikal. Mendorong pemimpin agar meninggalkan ruang kantor mereka untuk mengelola dengan berkeliling. Maka cocoklah ia disebut Trotsky bagi manajemen baru. Apalagi dengan pendapatnya yang naif, manajemen dalam masa kacau juga harus bersifat kacau. 
Lahir 1942, Tom Peters dibesarkan dalam masa perang dan ikut berperang. Artinya ia memiliki strategi perang. Dilengkapi pula sentuhan Pentagon. Ia bekerja di sana selama dua tahun. Setelah itu ia belajar Teknik Sipil di Universitas Cornell. Aneh. Akhirnya ia menjadi “khatib” paling laris yang mengobarkan revolusi manajemen.
Jika Boston memiliki matrix yang populer, Tom Peters punya Seven-S yang tak pernah sama dengan matrix. Tapi dengan riset 43 perusahaan besar, Tom Peters berhasil menemukan formula manajemen. Seven-S, struktur, strategy, style of manajemen, skills, staff dan shared merupakan arahan menyeluruh yang rasional.

Sepertinya Tom Peters mengabaikan financial. Memang. Ia membangun roh perusahaan. Roh inilah yang menjadi mesin pencetak uang yang tiada pernah berhenti sedikit pun. Di situ ada spirit yang terbangun dengan sempurna dan tidak kelihatan. Bahasa sederhananya adalah semangat juang! Inilah yang melahirkan manajemen yang membebaskan. Melampaui perubahan dengan siklus hidup yang sunggu dengan kegilaan. Memang sangat kontroversial, karena Tom Peters melakukan dekonstruksi birokrasi dan memecah organisasi menjadi unit yang kecil. Kecil itu indah. Indah itu spirit. Membebaskan individu dari tekanan yang membingkai inovasi.
Sebenarnya, inilah pekerjaan gila itu: rekrut karyawan yang punya sifat ingin tahu. Rekrut mereka yang baru lulus. Sapu bersih mereka yang bodoh. Asuhlah mereka yang baik. Cari orang muda. Dorong setiap orang untuk mengambil liburan. Aneh!
Itu belum cukup. Dukung kegiatan cuti panjang untuk melakukan aktivitas sosial. Kembangkan pola interaksi baru. Bentuk klub. Bawa masuk orangluar. Dukung pendidikan di luar jalur. Cari tugas yang unik. Buatlah suasana riang.
Nah, jika suasananya sudah angker, maka alamat menakutkanlah sebuah tugas. Hasilnya tentu saja, lahirnya hantu-hantu yang ketakutan. Di sana, produktivitas mandul dan tidak jujur. Lalu, selamat jalan kesuksesan. Nah! Beranikah pemimpin menjalankan hal demikian? Ada baiknya, baca lagi buku ini dengan seksama. Sebuah manajemen yang sangat atraktif. [Abdullah Khusairi]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: