Oleh: meysanda | Desember 22, 2008

PUISI JALANAN

Semu
masih saja kuah santan
sisa ketupat menggoda
dengan seduh teh yang menguap pagi.

merendam salalauak
seribu kenangan basah sudah.
selebihnya wajah
waktu yang semu

[Pasar Kuraitaji, 22 Des 08.08.05]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: