Oleh: meysanda | Agustus 19, 2008

ARUNG JERAM

Menikmati Arus Batang Tarusan

ARUNG-JERAM

“Bang, mana peralatan arung jeramnya?”
“Udah hanyut ke Sawahlunto…”
“Terus… tak bisa lagi dong kita naik perahu….”
“Udah nggak lagi…”

Begitulah percakapan saya beberapa hari lalu dengan Denny Risman, seorang senior di dunia jurnalistik, yang memang dikenal sebagai pengurus juga pencinta arung jeram. Tahun 2000 lalu saya sempat terlibat untuk menelusuri setiap riak Batang Tarusan di Pesisir Selatan.

Awalnya deg-degan. Setelah itu asyik menjelang senja menikmati setiap jeram yang dilewati.“Ini adalah game yang menantang. Kalau tahu, menguasai medan, strategi, maka kita akan bisa menikmati perjalanan ini,” begitu pembuka kata dari instruktur sebelum melaju di antara bebatuan dan derasnya air. Diam-diam saya merindukannya. ARUNG-JERAM2

Para jurnalis yang ikut benar-benar menikmati. Sampai-sampai ingin membawa perahu ke hulu lagi. Ya, mana mungkin, hari sudah sore. Malam segera datang.

Tetapi semua sangat mengesankan. Sayangnya, hanya satu kali setelah itu tak ada lagi. Bang Denny Risman justru telah melego semua peralatan arung jeramnya.

“Kita berharap wisata seperti ini disediakan oleh pihak berkompeten. Kita sudah membuka dan mencoba medan, tinggal lagi pengelolaan dan kesediaan tenaga juga sarana,” ungkap bang Denny, mengomentari tentang Batang Tarusan yang bisa dijadikan tempat rutin.

Apalagi bagi mereka yang masih memiliki sikap untuk menantang alam. Menantang arus. Arus deras setiap jengkal di jeram-jeram yang tersedia. Awas! Waspada dan menikmati kegaduhan air.

ARUNG-JERAM3Tetapi arung jeram kehidupan lebih berbahaya dari pada arung jeram ini. Karena tidak tampak mana yang jeram mana yang tidak. Semuanya tenang dipermukaan. Semuanya tersenyum manis. Tapi sebenarnya dalam dada menggelegak dendam dan ambisi juga kesombongan. Apalagi menjelang pilkada dan pemilu.
Saya perdengar, aku berlindung kepada Allah SWT, dari godaan politik yang terkutuk! Siapa ya yang pernah menyebut kalimat seperti ini? [abdullah khusairi]


Responses

  1. Guwe banget nih Da… Arung jeram begini nih yang bikin ketagihan. Asli…saya nggak bosen meskipun sempet kebalik perahunya….

    pernah kebalik ya. dimana mas. asyik bener. coba lagi mas!

  2. Arung Jeram atau Riak Jeram di Citarik Sukabumi Jawa Barat.
    Arus Liarnya ada di Sungai Cimandiri. Samo sukabumi Jawabarat. Duuuuuh jadi pengen buka2 lagi album lama nih.

  3. Hehehe, saya teringat berarung jeram bersama teman-teman, salah satunya Montosory dari Padeks. Salam buat dia ya….

    Ab

    acara apa hingga bertemu dengan Montosori? Arung Jeram dimana? Abid utusan dari mana?

  4. Arung jeram di Citarik, SUkabumi, Jawa Barat. Eh, Pakde itu siapa ya? Tinggal di mana? Soalnya, di acara penyegaran bahasa di Jambi (dia post di blog dia) aku juga ada.

    Ab


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: