Oleh: meysanda | Juni 24, 2008

TENTANG TUHAN

KUCING

Sajak Soetardji Calzoum Bahri

SCB-MSMngiau! kucing dalam darah dia menderas lewat dia mengalir ngilu ngiau dia bergegas lewat dalam aortaku dalam rimba darahku dia besar dia bukan harimau bukan singa bukan hiena bukan leopar dia macam kucing bukan kucing tapi kucing ngiau dia lapar dia menambah rimba afrikaku dengan cakarnya dengan amuknya dia meraung dia mengerang jangan beri daging dia tak mau daging jesus jangan beri roti dia tak mau roti ngiau

kucing meronta dalam darahku meraung merambah barah darahku dia lapar O alangkah lapar ngiau berapa juta hari dia tak makan berapa ribu waktu dia tak kenyang berapa juta lapar lapar kucingku berapa abad dia mencari mencakar menunggu

tuhan mencipta kucingku tanpa mauku dan sekarang dia meraung mencariMu dia lapar jangan beri daging jangan beri nasi tuhan menciptanya tanpa setahuku dan kini dia minta tuhan sejemput saja untuk tenang sehari untuk kenyang sewaktu untuk tenang di bumi

ngiau! dia meraung dia mengerang hei berapa tuhan yang kalian punya beri aku satu sekedar pemuas kucingku hari ini ngiau huss puss diamlah aku pasang perangkap di afrika aku pasang perangkap di amazon aku pasang perangkap di riau aku pasang perangkap di kota kota siapa tahu nanti ada satu tuhan yang kena lumayan kita bisa berbagi sekerat untuk kau sekerat untuk aku ngiau huss puss diamlah

 1973-1974
diambil dari “O AMUK KAPAK”

Kenapa puisi tua ini saya posting? Jawabannya ada dalam kepala kita masing-masing. Saya cuma ingin mengatakan, kebenaran tidak melulu dari logika pragmatis pada zaman ini.

Ada jiwa yang memikul nurani, memiliki intuisi untuk menangkap kebenaran. Selain wahyu, akal, jiwa manusia juga memiliki tabir yang boleh ia singkap sendiri, asal mau latihan jalan sufi. Seperti Jamaluddin al-Rumi harus memutar badan dengan tarian sufi. Atau pengalaman Syathahat Abu Yazid al-Bustami, dengan hulul, dan fana, manusia tiada arti lagi. Ketiadaan membuat semua jelas.

Seperti Syekh Siti Djenar memeluk kekasihnya. Manunggal Kawula Gusti! Pendapat yang sulit diterima dalam logika awam. Ini memang wilayah yang kabur bagi manusia yang menuhankan logika dangkalnya, seperti saya. Tetapi ini ada dan yakinlah, jawabannya ada dalam hati kita masing-masing.

Maka untuk mengutarakan paling benar pada saat ini, saya orang paling takut untuk itu. Kebenaran sangat sulit dicerna jika hanya mengandalkan logika praktis kepentingan sesaat manusia. Apalagi kepentingan ragawi semata.

Ada pernah orang menganggap saya orang yang liberal, sekuler, plural, lalu paling parah lagi, dianggap sudah sesat. Halah, sesat atau tidak bukan urusan, persoalan yang kadang muncul dalam kepala saya, siapa yang melontarkan apa, maka serupa benar keduanya. Buktinya, yang menyebut saya seperti itu, justru orang yang tidak pernah saya lihat dia shalat, akhlaknya justru jelek di mata teman-tema, Alamak! Siapa yang sesat sih.

Maka, ada baiknya semua berlomba benar-benar menuju sebuah pengertian bahwa kita ini makhluk, bukan khalik. Hanya khalik yang paling tahu siapa yang sesat di antara kita.

Akhir-akhir ini, saya paling takut melihat persoalan agama yang melebar kemana-mana. Di balik itu, ada yang menangguk untung secara materi. Nah, apakah ini persoalan aqidah, agama, atau hanya persoalan organisasi sosial, ekonomi, politik dan premanisme.

Hmmm.. saya diam-diam sombong juga pada diri sendiri, lalu berjanji akan makin giat beribadah dan bekerja. Hidup nyaman di negeri rawan. [abdullah khusairi]


Responses

  1. hi…hi…hikk…


    ketawa atau menangis melihat nasib saya. antahlah…

  2. Suatu kenikmatan saat kita bisa menjadi diri sendiri,….tidak ada topeng yang membentang di wajah dan hati,….🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: