Oleh: meysanda | Juni 22, 2008

EURO 2008

Tasosoh Kopi Angek
EURO2008Masuk perempat final, rumah Wan Yuro ikut panas! Sebabnya, setiap laga yang ditontonnya selalu menerima kenyataan pahit. Sepahit kopi yang selalu kurang gula dibuat sang isteri. Kenyataan apa? Kesebelasan Wan Yuro selalu kalah. Salahkah Wan Yuro menetapkan pilihan siapa yang menang? Tidak juga. Kenyataannya memang, tim unggulan sedang roboh oleh tim yang dianggap biasa-biasa saja.

“Ondeh angek mah!” Wan Yuro mencibir. Lidahnya kepanasan. Kopi memang baru diantar ketika sebuah gol tercipta dari tim Rusia ke gawang Belanda.

“Saba lah seketek da. Baru malam ko Itin sato manonton,” ujar Reni, isteri Wan Yuro duduk di sebelah. Reni, yang memanggil diri sendiri Itin itu memang mulai jatuh hati dengan bola. Maklum, tetangganya juga cerita tentang bola waktu beli sayur di kadai depan rumah. Makanya ia menemani Wan Yuro ketika masuk perempat final.

Malam pertama Reni menonton, Wan Yuro sempat sakit perut menahan tawa. Pasalnya, dua iklan yang selalu menyisip di sela-sela pertandingan dianggap juga bagian dari pertandingan.

“Ondeh, jo bola se manurunan karambie. Yo sabana da…. Yo hebat pemain Indonesia ko yo,” ujar Reni terheran-heran, duo pemain sepak bola nasional jadi bintang iklan. Seperti mengalahkan kehebatan permainan malam itu.

“Oi piak… itu icak-icak se… iklan tu mah,” Wan Yuro tak tahan menahan tawa. Reni tersungut-sungut manja. Aha. Mereka tampak mesra saat itu.

“Caliak da, bisa lo inyo main di dalam aiye. Baa lo main bola dalam aiye da. Indak ka jamban se di dalam aiye,” Reni kembali menyela ketika iklan satu lagi melintas.

Mendengar aksi Reni yang kedua, Wan Yuro tak tahan lagi. Kopi yang baru terhirup dalam mulut menyembur ke arah tivi yang kreditnya baru lunas itu.

“Baa lai. Aden dapek upiak boco…,” ujar Wan Yuro menggeleng-geleng kepala.

Reni yang sudah yakin benar apa pendapatnya, cuma dibuat bingung dan marah. Ia ambil baju ‘panas dalam’ bekas milik suaminya, ia hapus televisi kesayangannya itu.

“Uda indak sayang ka harato. Sumbarang se…,” Reni menahan marah dan malu.

“Sia nan indak sayang. Saking sayang ambo taruih se di muko tivi ko indah baranjak saketek juo. Lalok, jago, ambo di muko tivi. Ka jamban se nan indak,” jawab Wan Yuro sembari kembali menghirup kopi yang masih hangat-hangat kuku. Lidahnya sudah tak merasakan apa-apa. Hangus.

Kemana sebelas anak mereka? Mereka memang sudah mengungsi, menonton di tempat mamaknya. Tak sanggup melihat duo laki bini seperti dua selebritis dalam acara infotainment. Kadang mesra kadang perang. Membingungkan. [abdullah khusairi]


Responses

  1. makin seru se mah kehidupan rumah tangga Wan yuro.. iyo batua bana lah samo jo selebritis, pura-pura batangka, siap tu elok lo liak..

    tp virus Euro batua2 mantap, sampai si Reni ikuik nonton jo wan yuro..
    bantuaknyo malam kini tim wan yuro kalah lo liak..spanyol nan ka manang..


    halah. itali pulang kampung. casilas memang berkelas. buffon boleh senior. Wan Yuro? tokoh imajiner yang kerap ada di sekitar kita..thanks.

  2. hahahahaha,…..jadi bacaan rutin saya ne wan yuro,…bagaimana kelanjutannya,…apakah wan yuro akan bercerai dg isterinya seusai euro,..atau wan yuro akan berhenti nonton bola karena Tim kesayangannya telah berpulang?,…kita tunggu postingan berikutnya,….*ondeh lah jadi moderator lo awak ko Pak,……..

    semoga terhibur. menertawakan hidup, kadang-kadang bisa membuat semua menjadi indah… terima kasih bankir.

  3. Ha..Ha..Ha lucu sekali ya..
    Akhirnya setelah Euro memasuki babak akhir, si Itin istrinya Wan Yuro naksir juga dengan sepakbola.

    Meski si Itin agak nanit dan lugu banget (bego kali ya tepatnya..)

    Sekarang Wan Yuro sudah jdi selebritis..Ditunggu tiap hari..

    Betul juga kata mas diatas, gimana ya ending Wan Yuro? apakah dia akan tewas karena tim-tim favoritnya pada tewas juga..
    Xt tunggu aja kelanjutannya..Mudah-mudahan si Itin gak kapok nonton bola ya…

    Thanks. Cerita untuk semua, cerita untuk cerita. Semoga bisa membawa berkah untuk kita semua. Amin.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: