Oleh: meysanda | Juni 3, 2008

SEBUAH ELEGI

Emak

“aku ingin ke Padang. kuliah. IBU
agar bisa membahagiakanmu”

laki kecil itu beberapa tahun silam merengek
anak jolong gadang itu baru saja tamat madrasyah aliyah
madrasyah yang gedungnya reyot
menutup kepala dengan tangan kalau hujan angin
takut genteng runtuh. aduh!


“pergilah! belajar yang rajin,
jangan banyak hura-hura
kurangi rokokmu”

emak meletak berjuta harapan dipundak kecil itu
pundak kecil itu memikulnya melangkah pergi
menelan ludah yang asin terasa

“kita bukan orang berada.
tetap berdoa agar lapang jalanmu”

lelaki kecil itu aku
meradang menerjang nasib
berangkat dengan tekad
dari ketiadaan

“mak, aku wisuda”
emak senyum simpul
senyum yang sangat aku kenal
aku menangis dalam hati

berjuta harapan itu belum juga aku gapai
aku masih berjuang.

Mak, baru sebiji bayam
kebahagiaan yang mampu aku berikan
ingin hati berjuta biji bayam

dipersembahkan kepadamu. Aku belum mampu Mak!

Aku ingin membawamu bintang
bulan dan matahari
aku ingin membahagiakanmu
agar engkau tersenyum

untukku. tersenyum. senyum yang paling aku rindu.

“Seperti udara kasih yang engkau berikan
tak mampu ku membalas, ibu…” kata Iwan Fals.

Tapi aku akan terus mencari melebihi udara
mempersembahkannya padamu. aku ingin.
sembah sujudku di telapakmu, entah betapa banyak
kata yang keluar dari mulutku –sengaja tak sengaja–
menghujam hatimu yang lembut.
maafkan aku.

aku tahu, setiap sujudmu selalu ada doa untukku.
mak! dengan apa aku membalasnya?
mak! anakmu akan terus berjuang!
mak! doakan selalu…
tersenyumlah selalu…
senyum terindah yang paling aku kenal

ini hiburan untukmu menyeka rindu
agar engkau terus tersenyum karena kenakalanku….
sembah sujud anakmu…

Padang, 2 Juni 2008

semoga emak online
emak perempuan hebat!
cucumu merindukan gendongmu


Responses

  1. aduuuh…jadi ingek mande di kampuang..hiks..hiks..
    nasih anak rantau..hehhee

  2. emak, membuka lembaran awal saya ke Padang, menggugah hati.

  3. kebahagian emak akan membuka sorga ditelapak kakinya,
    laki kecil yang beberapa tahun silam merengek telah membuktikan pada dunia bahwa dia bisa dan menambah kebanggaan emak setelah menamatkan program S2 dengan tertatih-tatih.
    betapa bangga seorang emak mempunyai putra cerdas seperti mu kakanda.
    tapi ingat pesan emak,”kurangi rokok” he,he,,

  4. Aduh Pak…
    Hancur hatiku ngebacanya…
    Aku ngerasain kok..

    Sampe2, aku sudah punya pekerjaan, aku sudah punya motor, aku sudah punya rumah sendiri (di lubuk buaya itu)…Tapi gak membanggakan mama ku sedikit pun…
    Meski itu semua dari jerih payah anak gadisnya..Yang bekerja dari pagi hingga malam.

    Dia baru bangga ketika melihat aku memegang ijazah S1…Dia baru bersenyum. Dia baru menangis memeluk aku. Dia akhirnya mau mendampingi aku di Padang ini. Meninggalkan kehidupannya di Jakarta. Dia akhirnya bangga.

  5. ok !
    emak bukan sekedar lilin kecil yang menerangi sebagian malam
    adalah permata yang bersinar ditengah kabut malam
    tebarkan harum bersama kilaunya
    menyibak setiap lembar perih bagaikan peri di pagi ini

    aku bangga dengan emak ku !
    he is my diamond in my life………………….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: