Oleh: meysanda | Mei 25, 2008

RESENSI-WARTAWAN

Memilih Akrab dengan Kata-Kata

COVER-WARTAWANJudul : Bekerja Sebagai Wartawan
Penulis : Fitriyan Dennis
Penerbit: esensi Erlangga
Cetak : Februari 2008
Tebal : 90 Hal.
Resensi : Abdullah Khusairi

Profesi yang satu ini adalah dunia tanpa koma. Mengasyikkan. Di film-film, dunia wartawan dijelaskan sebagai dunia penuh tantangan, intelek dan resiko tinggi. Makin dikenal, makin mau masuk ke dalamnya. Apalagi, profesi wartawan juga memiliki harapan untuk mengaktualisasikan diri.

Banyak anak muda datang ke redaksi, mereka belum tamat, sekolah menengah atas, tetapi mengaku ingin berkecimpung dalam dunia wartawan. Memang spesifikasi pendidikan profesi satu ini tidak terlalu tinggi, namun yang dibutuhkan komitmen moral dan kesadaran ingin selalu belajar. Karena profesi ini membutuhkan keluasan wawasan.

Buku ini menyusul buku seperti Pengetahuan Dasar Bagi Wartawan karangan Christianto Wibisono yang diterbitkan oleh Dewan Pres. Jurnalistik Televisi, Dedi Iskandar Muda. Cara Gampang Jadi Wartawan oleh AA Kunto. Ragam Jurnalistik Baru dalam Pemberitaan, Eni Setiati. Jurnalistik Tujuh menit, Martin Moentadhim. Menjadi Wartawan Muda, Vero Sudiati dan Jurnalistik Praktis untuk Pemula, Asep Syamsul M Romli.

Apa yang unik dari buku ini? Buku ini disiapkan untuk teman-teman siswa SMP dan SMA. Bahasanya gaul dan akrab. Buku ini melengkapi buku Referensi Bimbingan Karier, yang sudah terbit bersamaan, seperti Bekerja Sebagai TNI AD, Desainer Grafis, Public Relation, Sutradara, News Presenter, Polisi, Notaris, Diplomat, Sekretaris, Perawat.

Bila teman-teman siswa membaca buku ini, maka yang didapatkan adalah gambaran utuh seorang wartawan bekerja. Mulai dari ragam berita, hingga cara wawancara. Disamping itu, bagaimana meliput sebuah kegiatan dan peristiwa penting. Dilengkapi dengan pengalaman-pengalaman wartawawan yang sudah makan asam garam dunia wartawan. Ditambah lagi dengan pengenalan kode etik wartawan.

Selain itu pembaca juga diperkenalkan dengan kode etik profesi wartawan. Sebagaimana profesi yang lain, memiliki kode etik profesi yang harus dipatuhi. Yang tidak patuh, pasti tidak akan jadi profesional, yakinlah itu. []


Responses

  1. sy mantan wartawan mingguan mengundurkan diri krna semua berita yg sy kirim tak pernah di tayangkan redaksi sampai akhirnya sy mengundurkan diri. kasih masukan dong buat sy

  2. http://padanginfo.wordpress.com

  3. salam buku, bung

  4. Deadline Karya Mochtar Lubis Award 2008

    May 25, 2008 in Lomba (Edit)

    Masing-masing Pemenang Raih Uang Rp 50 Juta (potong pajak)

    Dengan Hormat, bersama ini kami dari pihak penyelenggara program Mochtar Lubis
    Award, sebuah ajang prestasi jurnalistik Indonesia bergengsi, hendak
    mengingatkan kepada rekan-rekan media sekalian untuk batas waktu pengiriman
    karya guna diikutkan dalam acara Mochtar Lubis Award yang akan diumumkan pada
    tanggal 18 Juli 2008.

    Adapun batas waktu pengiriman karya untuk dinilai oleh para juri adalah pada
    tanggal 13 Juni 2008 (menurut cap pos).

    Dalam acara Mochtar Lubis Award akan ada lima kategori yang diperlombakan:
    a. Liputan nasional atau lokal tentang isu Pelayanan Publik (Public Service)
    b. Tulisan feature terbaik
    c. Liputan investigatif terbaik
    d. Foto jurnalistik terbaik
    e. Laporan Mendalam untuk jurnalis televisi

    Masing-masing dari pemenang dari kategori ini akan mendapatkan uang tunai
    senilai Rp 50 juta rupiah (potong pajak).

    Sedangkan untuk Mochtar Lubis Fellowship, batas waktu pengiriman proposal
    karya investigasi yang hendak dilakukan jatuh pada tanggal 6 Juni 2008 (menurut
    cap pos). Dalam Mochtar Lubis Fellowship ini pemenang akan mendapatkan bantuan
    uang tunai senilai Rp 40 juta rupiah untuk peliputan dan penulisan suatu karya
    investigasi dalam waktu 4 bulan. Di luar itu, pihak panitia juga akan
    menanggung biaya peliputan dengan total nilai tak lebih dari Rp 20 juta dalam
    waktu 4 bulan tersebut.

    Tentang syarat mengikuti Mochtar Lubis Award dan Mochtar Lubis Fellowship,
    bisa melihat selengkapnya ketentuan yang tertera dalam website kami:
    http://www.lspp.org/ mochtarlubisawar d

    Untuk karya yang hendak disertakan dalam Mochtar Lubis Award dan proposal
    untuk mengikuti Mochtar Lubis Fellowship ini bisa dikirimkan ke alamat panitia
    penyelenggara:

    Panitia Mochtar Lubis Award
    d/a Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP)
    Jalan Penjernihan I/ Kompleks Keuangan no.12
    Pejompongan, Jakarta 10210
    Telp: 021-5746656
    Faks: 021-5746276

    Dewan Pengawas dari kegiatan Mochtar Lubis Award dan Mochtar Lubis Fellowship
    ini adalah Indrawan Lubis dan Arman Lubis (Putra Almarhun Mochtar Lubis),
    Aristides Katoppo, Maria Hartiningsih, Atmakusumah Astraatmadja, dan Susanto
    Pujomartono. Sementara Dewan Pelaksana kegiatan ini terdiri dari Ignatius
    Haryanto, Gita Widyalaksmini, Ezki Suyanto, Hanif Suranto, dan Vasthi Trisawati
    Abdhidana.

    Demikian saja surat ini kami sampaikan, dan besar harapan kami, rekan-rekan
    dari media massa bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan Mochtar Lubis Award
    dan Mochtar Lubis Fellowship ini.

    ”Jadikan anda penoreh sejarah sebagai peraih Mochtar Lubis Award pertama”

    Hormat Kami

    Ignatius Haryanto
    ———— ———
    Direktur Program
    Mochtar Lubis Award

  5. Dulu, waktu saya masih penulis lepas, saya ingin banget jadi wartawan kantoran. Setelah kerja jadi redaktur, eh, diusir atasan dengan cara dinaikkan jadi anggota manajemen dan ngurus bidang lain. Apa artinya ini? Nasihat bahwa wartawan tak kenal pensiun itu omong kosong. Bila Anda tidak punya koran/media atau bekerja di media, Anda sudah bukan lagi wartawan. Kalau tetap menjadi penulis, itu oke! Anda bisa nulis di mana saja, terutama di dunia maya. Wartawan adalah orang yang bekerja di media. Jadi, ia bisa dipensiun oleh medianya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: