Oleh: meysanda | Mei 8, 2008

ASMA AL-HUSNA

Bedakan Substansi dengan Prosedur

SIRAJUDDIN-ZARKegiatan Keagamaan Lomba Asma al-Husna perlu dilihat secara substansi dan prosedur. Jangan salahkan substansi, karena semangat keberagamaan perlu ditumbuhkan di tengah masyarakat saat ini.

Pandangan tersebut dikatakan oleh Rektor IAIN Imam Bonjol Padang, Prof Dr H Sirajuddin Zar, Ketua MUI Sumbar Bidang Dakwah DR. H. Duski Samad kepada koran ini, Kamis (8/5).

“Substansi kegiatan tersebut tentu sangat terpuji. Mengembangkan dan menyemarakkan semangat beragama di tengah ummat,” ujar Sirajuddin.

Guru Besar bidang Filsafat Islam ini mengutip Imam Gazali tentang perlu dan pentingnya untuk mengetahui keagungan sang Pencipta.

“Membudayakan nama-nama yang indah dari Sang Khalik adalah bentuk lain dari kecintaan dan tunduk terhadap keagungan Allah SWT. Jadi, saya melihat tidak ada yang keliru dan kegiatan seperti ini secara substansi. Kegiatan keagamaan yang baik untuk budaya dan generasi. Berbentuk lomba dan membudaya dengan cepat,” tutur jebolan UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Jakarta ini.

Sirajuddin juga menyatakan, jika kritik dan saran yang masuk bersifat membangun untuk perbaikan, Pemko harus menerima. Tetapi kalau sudah merembet ke masalah  prosedur akan ada pihak kewenangan yang menyelesaikannya.

“Semangat Pemko ini harus didukung. Kalau ada yang keliru mesti diperbaiki. Visi keagamaan dari Pemko merupakan kepentingan dari ummat. Nilailah secara objektif, jangan dengan dalil kedengkian dan perbedaan pandangan politik,” harap Sirajuddin.

Pada sisi lain, Duski Samad menyatak, Pemko Padang sudah memiliki komitmen terhadap kegiatan keagamaan. Mulai dari subuh mubarakah, didikan subuh, pesantren ramadhan, wirid remaja, dzikir, tabligh akbar dan asma ul husna.

“Semangat dan substansi sangatlah kita dukung. Kalau ada yang menyatakan ini pekerjaan yang salah, kita perlu mempertanyakan siapa mereka. Ranahminang harus bangkit dengan semangat agama,” tegas dosen pascasarjana ini.

Kritik tajam terhadap Pemko dan wali kota penggagas kegiatan asma ul husna memang terus bergulir. Mempertanyakan kebijakan dan dana yang digunakan. Imbas kritik ini, seakan-akan memperlihatkan wali kota dan Pemko Padang melaksanakan kegiatan di luar program. Padahal, program keagamaan merupakan bagian dari program Pemko Padang.

“Bidang keagamaan Pemko Padang memang mencolok dan lebih maju. Karena banyak akademisi dan pendukung dari kegiatan ini. Karena ini kebutuhan spiritualitas ummat,” jelas Asdir terpilih Pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang ini.

Duski mengharapkan, kritik dan saran yang membangun. Tidak merendahkan martabat agama. “Saya justru melihat ada tendensi politik menjelang Pilkada. Saya pikir ini tidak baik bagi ummat dan keagamaan. Mesti dipilah, kalau ada kekeliruan prosedur, ya diperbaiki. Kalau substansi, tidak ada yang keliru dalam kegiatan ini,” tegasnya.

Lomba Asma al-Husna yang digelar dengan meriah oleh Pemko di GOR H Agus Salim, merupakan prestasi. Selain masuk MURI, juga memperlihatkan wajah Kota Padang dan Ranahminang.

“Sebuah lomba dengan niat  yang positif untuk membangun semangat keberagamaan. Apakah itu salah?” Duski mempertanyakan.

Tanggapan miring dan kritik yang tidak membangun kepada Pemko dan kepada pribadi wali kota, menurut Duski tiada lain adalah bentuk dari keti-daksiapan melihat kesuksesan  bersama secara positif. [abdullah khusairi]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: