Oleh: meysanda | Mei 6, 2008

SENI

Seni Rupa Belum Dikembangkan

Eksistensi dan kredibilitas perupa asal Sumatera Barat secara regional, nasional bahkan internasional tidak diragukan lagi. Ini terlihat dari karya-karya kelompok fine art (seni murni) yang diantaranya melahirkan masterpiece dan applied art (seni terpakai) karya para seniman dan pengrajin bertaburan dimana-mana, bahkan kini banyak diantaranya dipajang dan dikoleksi sejumlah museum ternama, gedung-gedung bertingkat dan hotel berbintang di pulau Jawa, Asia bahkan Mancanegara.

Namun dibalik semua itu, dalam pembinaannya dan pengembangannya di Sumbar sejak lama bahkan hingga kini pemerintah dinilai belum serius dan sungguh-sungguh menangani sektor pembangunan bidang seni budaya ini hingga para perupa, pekerja seni maupun pengrajin terlihat berjalan sendiri-sendiri.

Padahal jika sektor ini dikelola secara profesional dengan SDM yang handal didukung political will pemerintah (kalangan eksekutif dan legislatif) didasari pola dasar, strategi dan kebutuhan pembangunan daerah yang memformulasikan kepentingan dan harapan masyarakatnya termasuk bidang seni rupa dalam kelompok budaya, sebenarnya banyak keuntungan yang dapat diraih daerah ini, baik sebagai icon dan jati diri budaya, sektor pariwisata, perdagangan dan lainnya.

Demikian antara lain benang merah dunia seni rupa Sumbar saat dialog seniman/budayawan, pekerja dan praktisi seni dihadapan Gubernur dan DPRD Sumbar melalui diskusi yang mengangkat tema ; ” Membangun Seni Rupa Sumbar Masa Depan”? di hall Carano Room, harian pagi Padang Ekspres, Jum”at malam lalu (27/05).

Diskusi dipandu Abdullah Khusairi dan dimeriahkan perabab Marland pendukung sinetron Siti Nurbaya itu, dihadiri puluhan seniman seni rupa asal Sumbar yang tergabung dalam berbagai komunitas seni rupa utusan berbagai daerah di Sumbar termasuk kelompok “Sakato”? Yogyakarta dengan menampilkan sejumlah pembicara diantaranya, Gubernur dan DPRD Sumbar, Drs. Adirozal, M.Si (STSI Padangpanjang), Drs. Muzni Ramanto dan Drs. Yasnur Asri, M.Pd (UNP), Dr. Ir. H. Agusli Taher (pemerhati seni), Nazar Ismail, S.sn (SMSR Negeri Padang/seniman).

Pada diskusi ini, Yasnur Asri menggambarkan, bahwa kehidupan seni rupa kita di Sumbar sendiri kini sebagai tempat lahir dan berasalnya banyak seniman besar seni rupa di tanah air lebih dominan dipengaruhi oleh pergeseran nilai-nilai budaya masyarakat dari agraris ke budaya industri dan kemudian berkembang ke budaya informasi telah melahirkan kelompok-kelompok masyarakat sebagai kelas menengah baru yang tidak lagi memberdayakan seni secara umum dan seni rupa khususnya sebagai tempat berkontemplasi rohani masyarakat, hingga antara raso jo pareso masyarakat menjadi tidak seimbang.

Indikasi lain, kata Yasnur Asri, menunjukkan bahwa, sebagian masyarakat apalagi para pemimpinnya lebih bangga memiliki harta benda maupun kekuasaan duniawi dari pada memiliki lukisan, kebudayaan, kearifan hidup dan sebagainya. Hal ini akhirnya mempengaruhi dunia pendidikan kita yang lebih cendrung mencetak manusia cerdik untuk mengejar aspek kebendaan ketimbang mendidik manusia sebagai insan yang arif, bijaksana dan berbudaya.

Karena itu, tidaklah aneh para orang tua juga akan bangga bila anak-anaknya mengutamakan pintar matematika dan menguasai teknologi canggih sebagai mesin mencetak harta benda dan kekayaan. Sebaliknya, mereka yang anaknya menggeluti seni termasuk seni rupa banyak dihantaui rasa kecewa yang berlebihan, diantaranya anak mereka tidak akan mampu bersaing dalam memperebutkan kekayaan dan kekuasaan sebagai icon keberhasilan kehidupan. []

Sumber : Harian Pagi Padang Ekspres, Senin 30 Mei 2005


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: