Oleh: meysanda | April 27, 2008

RESENSI

Mencerah Pemikiran yang Kaku

COVER-BERPIKIR DI LUAR KOTAJudul : Leadership and Self Deception
Penulis : Arbinger
Penerbit : esensi Erlangga
Cetakan : Januari 2008
Tebal : 204 Halaman
Resensi : Abdullah Khusairi

Bingkai pemikiran yang kaku seringkali kita temukan akibat tidak bertambahnya pengetahuan, seterusnya merasa benar sendiri. Tepatnya disebut sok hebat. Orang seperti ini sudah berpikir dalam kotak yang kecil sekali. Tertutup menerima kenyataan bahwa ada kotak yang lebih besar. Mereka yang berpikir dalam kotak, biasanya orangnya kurang percaya diri. Kerjanya memfitnah dan melakukan politik pribadi dalam kelompok.

Seorang pemimpin dituntut untuk memecahkan masalah ini. Memecah kotak kecil kaku itu. Kotak kecil ini sebenarnya sedang menipu dirinya sendiri. Menutup diri atas kebenaran-kebenaran baru yang ada seiring putaran waktu. Karena memang itu alamiah saja. Apakah pembaca mau berpikir di luar kotak? Bacalah buku ini. Dijamin akan mencerahkan.
Buku ini mendapat pengakuan para pimpinan tim terbaik dunia. Mereka membacanya dengan khidmat. Di dalamnya, terurai beragam kisah orang-orang yang berpikir di dalam kotak, lalu keluar. Keluar melompat dengan berani mengubah semua persepsi.

”Kita perlu melembagakan sebuah proses di dalam perusahaan dimana kita dapat membantu orang melihat betapa mereka di dalam kota dan oleh karennya tidak terfokus pada hasil. Maka cara mengukur, cara menilai, cara berpikir, cara melaporkan, cara bekerja harus dibuat sistem yang tepat.” (hal. 192)

Memang pengetahuan baru akan membebaskan seseorang secara tidak sadar. Maka membuat arah seseorang secara sadar amatlah sulit. Butuh pengetahuan baru yang harus ia terima. Pengetahuan baru akan mempertajam pandangan, mengurangi perasaan konflik, menghidupkan kerja sama tim, menggandakan akuntalibitas, meningkatkan kapasitas untuk mencapai hasil, dan memperdalam kepuasaan serta kebahagiaan.

Sering kali dalam tim, saling menyalahkan dan menang sendiri terjadi. Ini bagian dari berpikir dalam kotak. Memandang seseorang dari sudut ego, bukan dari sudut kepentingan tim. Orang seperti ini, tiada lain sedang dalam pemikiran kaku dan picik. Buku ini mengungkapkan sisi lain dari cara memimpin dengan pendekatan merubah pemikiran seseorang secara pelan tetapi pasti. Tidak main paksa dengan jalan pintas dan tidak mengakar.

”Saya membunuh orang-orang dalam perusahaan saya. Tingkat perpindahan karyawan di perusahan kami menyaingin tingkat kematian di RSU Vienna. Saya membawa penyakit –saudara saya dan penganut saja– yang saya tuduh kepada orang lain yagn melawan saya. Sungguh kami berada dalam kekacauan.” [hal 148] Inilah sebagai contoh orang yang selalu berpikir dalam ukuran jarak pendek. Di dalam kotak diri sendiri.

Inilah buku pencerahan bagi pemimpin yang sangat penting dibaca oleh siapa saja. Namun perlu hati-hati, jika tidak ada persiapan kapasitas, agar tidak terjadi kekeliruan pemahaman. Selamat membaca. []


Responses

  1. Hwehehehehhee,,, rasanya saiya pernah lihat anda, sapa yah????? hiihihihihihi, saiya pura2 lupa aja hehehehe,,, lai adoh bang novelnyo, pinjam,,,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: