Oleh: meysanda | April 25, 2008

DIAM-DIAM BANG YOS KE PADANG

Ummat Islam Masih Terpecah

ISLAMIC-CENTRE-HRY

PENGUKUHAN: Searah Jarum Jam, Ketua Harian FKKIC Sumbar, Drs Yulizar Yunus, Ketua PWI Sumbar Basril Basyar, Wakil Wali Kota Padang, Yusman Kasim, Ketua Dewan Pembina DPP FKKIC, Sutiyoso, Setdaprov Sumbar Yohannes Dahlan dan Ketua Umum FKKIC Sumbar, Armen Muchtar. Sutiyoso ke ranah minang dalam rangka mengukuhkan pengurus FKKIC Sumbar, Jumat (25/4). [Foto Abdullah Khusairi]

n FKKIC Sumbar Dikukuhkan

Muslim Indonesia masih terpecah. Belum bersatu dalam kesatuan utuh. Program dakwah islamiyah masih berjalan sendiri-sendiri dari lembaga yang ada. Mestinya ini tak terjadi lagi. Harus ada kebersamaan.

Laporan Abdullah Khusairi—Padang

“Penduduk Indonesia 224 juta. 200 juta adalah muslim. Kuantitas yang belum menunjukkan dominasi kualitas. Kemiskinan dan kebodohan masih mengendap di tengah-tengah kita,” kata Ketua Dewan Pembina DPP Forum Komunikasi Kerjasama Islamic Centre (FKKIC) Pusat, H Sutiyoso dalam sambutannya saat Pengukuhan Pengurus FKKIC Sumbar 2008-20013 di Hotel Bumiminang Padang, Rabu (25/4).

“Akibatnya, upaya menghadapi aliran sesat, pelacuran, kemiskinan, kebodohan dan problem bangsa ini menjadi berat dan sulit mencapai hasil maksimal,” tegas mantan gubernur DKI Jaya dua periode ini.

“Jumlah umat Islam di Indonesia terbesar di dunia. Bahkan lebih besar dari Timur Tengah sebagai pusat Islam. Sepatutnya kita jadi kiblat (acuan, red) Islam dunia. Namun kenyataannya, kita tertinggal segi ilmu pengetahuan, teknologi dan ekonomi dari umat lain,” tambah tokoh nasional yang sudah menyatakan jadi calon presiden 2009 ini.

Sutiyoso memaparkan persoalan yang dihadapinya saat melibat lokalisasi Kramat Tunggak beberapa tahun silam dan membangun di area tersebut Islamic Centre. Hal tersebut sebuah usaha yang berat. Tetapi ia mengaku justru tertantang. “Percuma dong mantan anggota Kopassus,” katanya.

Sutiyoso menyebutkan, perjuangan dan pembangunan keummatan memang idealnya masjid. Ini bukan persoalan membangun masjid, tetapi meningkatkan fungsi masjid, selain tempat shalat. Sebab percuma masjid megah tapi tak ada kegiatan keagamaan dan keummatan.

Di sisi lain, Sutiyoso mengharapkan Pengurus FKKIC Sumbar yang baru dilantik mengawal tujuan Islamic Centre untuk menyatukan ummmat, semua aliran, organisasi Islam dan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan. Bahkan lebih jauh menjadikan masjid sebagai wadah penyusunan strategi menghadapi semua persoalan masyarakat.

“Kenyataan hari ini, jangankan kesatuan gerakan dalam mengatasi semua persoalan, justru persoalan dimunculkan oleh sebagian ummat. Seperti aliran sesat, yang mengaku nabi, mengatasi persoalan dengan cara yang salah. Persoalan-persoalan seperti ini cukup menguras energi, dan pada sisi lain melemahkan konsentrasi untuk peningkatan perekonomian, pendidikan dan teknologi,” tuturnya.

Dia mengakui ada kelompok yang berbuat, namun sendiri-sendiri. Dan pada beberapa kasus, niat memperbaiki malah dilakukan dengan cara yang tidak benar. Seperti pengrusakan tempat-tempat hiburan. “Kita memerlukan peran FKKIC agar agar terjadi kesamaan visi, persepsi dan gerakan,” harapnya.

Soal Calon Presiden

Disinggung masalah pencalonan sebagai presiden, Sutiyoso menyatakan, jauh sebelum pencalonan, ia telah menjadi Ketua Dewan Pembina FKKIC. Awalnya ia mempertanyakan juga kepada para ulama, apa mungkin bisa saya menjadi pembina. Ulama menjawab, sebuah kehormatan bila Sutiyoso yang menjadi pembina karena kesuksesan menutup Kramat Tunggak dari lokalisasi pelacur. Dan lagi memiliki komitmen untuk Islamic Centre.

“Jadi memang sudah terkait. Tetapi jangan dikait-kaitkan. Memang sudah terkait,” tegasnya. Mantan anggota Kopassus ini mengaku punya modal sebagai gubernur DKI dari lima presiden.

FKKIC Sumbar Dikukuhkan

Setdaprov Sumbar Drs H Yohanes Dahlan menyatakan, perlunya forum kerja sama ini. “Lebih-lebih persoalan yang makin berat yang harus dihadapi Pemprov. Dimana pendangkalan aqidah dan perlunya konsolidasi keummatan,” jelas Yohanes.

Dikatakan Yohanes, Pemprov menyambut baik keberadaan FKKIC Sumbar. Dalam acara pengukuhan menjelang jumat kemarin, Sutiyoso secara simbolis menyerahkan buku karyanya yang berisi tentang komitmen membangun muslim Indonesia. Setelah shalat Jumat, Sutiyoso meluncur ke Padangpariaman.

Ketua DPW FKKIC Sumbar H Armen Muchtar, yang baru dilewakan bersama pengurus lainnya, mengatakan, FKKIC segera memulai diawali dengan kajian untuk mengetahui persoalan riil masyarakat. “Untuk mengatasi masalah ummat, baik kemiskinan, kebodohan, masalah aqidah maupun ibadah, harus dengan gerakan nyata. Tanpa kajian, gerakan akan menjadi sia-sia,” tegas profesor pendidikan agama di IAIN Imam Bonjol ini.

Pengurus yang dikukuhkan kemarin adalah Dewan Pembina, H Gamawan Fauzi, Fauzi Bahar, Sirajuddin Zar, M Iqbal Miad, Darwas, Zaitul Ikhlas, Burhasman dan Shofwan Karim Elha.

Ketua Umum, Armen Mukhtar, Wakil, H Zainal MS, Ketua Harian FKKIC, Drs Yulizar Yunus, Ketua Harian I Salmadanis, Ketua Harian II Duski Samad, Ketua Harian III Syafruddin Tamin, Sekum Adiyawarman, Sekretaris I Sartoni, II Reza Rahim, III Yoldus Yanto, Bendahara Umum Asril Taher dan wakil Zainal Arifin. Forum ini dilengkapi dengan enam biro. Masing-masing Biro Komunikasi dan Informasi yang diketuai H St Zaili Asril, dengan anggota Abdullah Khusairi dan Alfadli. Selain itu Biro Pendidikan dan Pelatihan, Biro Sosobud, Biro Ekonomi dan Bisnis, Biro Hubungan Antar Lembaga serta Biro Pengkajian dan Pengembangan. (hry) www.posmetropadang.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: